Selasa, 22 Desember 2020
Senin, 07 Januari 2019
Suasana UNBK SMKN 3 Bangkalan
Kepala sekolah SMKN 3 Bangkalan Dwidjo Lelono S.Pd M.MPd memberikan pengarahan terkait Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pengarahan tersebut diantaranya meminta agar siswa pada saat ujian menciptakan suasana yang kondusif bukan nuansa yang gaduk yang kerap ditimbulkan siswa.
Dwidjo Lelono S.Pd M.MPd juga menekankan agar tetap menjaga integritas sekolah dengan menjelaskan pada siswa untuk tidak tergoda yang namanya bocoran jawaban. Menurutnya, hampir semua siswa mempunyai modal integritas.
Bukan tidak mungkin kelak SMKN 3 Bangkalan menjadi salah satu sekolah yang mempunyai harga diri dan integritas tertinggi. Hal tersebut harus diajarkan jika ingin sukses, bukan dengan cara hal-hal yang negatif atau curang.
Selasa, 14 Agustus 2018
KEGIATAN PRAMUKA
Kegiatan pramuka di SMKN 3 BANGKALAN berdiri pada tahun 2012 memang untuk pramuka di smkn 3 bangkalan sangat muda di bandingkan dengan gudep yang lain, tapi jangan salah meskipun masi muda kegiatan yang di di ikuti oleh pramuka smkn 3 bangkalan sangat banyak mulai dari raida, kampung kelir, kemah se jawa timur untuk SMK.
Pramuaka di SMK bangkalan mempunyai kemampuan khusus yang tidak di punyanyai oleh pramuka yang lain, yaitu kemampuan alam bebas....

Makna:
- Logo berbentuk angka 57 menandakan peringatan Hari Pramuka Ke-57.
- Angka 57 terdiri atas dua bagian, merepresentasikan warna bendera Indonesia yakni ‘merah dan putih’.
- Angka 57 berbentuk seperti tali yang tersambung dan saling menganyam, melambangkan Pramuka sebagai perekat NKRI.
- Silhoute Tunas Kelapa merupakan lambang Gerakan Pramuka.
- WOSM merupakan lambang kepanduan dunia dan Gerakan Pramuka sebagai bagian dari organisasi kepanduan dunia.
- “Pramuka Perekat NKRI” merupakan tema peringatan Hari Pramuka ke 57.
- 1961-2018 adalah tahun peringatan Hari Pramuka
Minggu, 01 Maret 2015
Suasana Rapat yang Menyenangkan
Seperti yang kita maklum, guru memiliki peran yang sangat penting dalam
menentukan kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di kelas dan atau di ruang
praktek/laboratorium. Sehubungan dengan tugas ini, guru hendaknya selalu memikirkan
tentang bagaimana upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
tersebut, diantaranya dengan membuat perencanaan pembelajaran dengan seksama
dan menyiapkan sejumlah perangkat pembelajaran yang tepat guna.
Tidak kalah pentingnya, dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran ini, guru juga dituntut agar dapat mengupayakan terciptanya kondisi pembelajaran yang efektif. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi pembelajaran, sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif, berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran, membangkitkan motivasi belajar, pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif, sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran kurang jalan. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.
Tidak kalah pentingnya, dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pembelajaran ini, guru juga dituntut agar dapat mengupayakan terciptanya kondisi pembelajaran yang efektif. Upaya ini tentu menuntut perubahan-perubahan dalam pengorganisasian kelas, penggunaan metode mengajar, strategi pembelajaran, sikap dan karakter guru dalam mengelola proses pembelajaran dengan bertindak selaku fasilitator yang berusaha menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif dengan cara meningkatkan kemampuan siswa untuk menyimak pelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif, berupaya menarik minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran, membangkitkan motivasi belajar, pelayanan individu (pembelajaran privat) dan penggunaan media dalam pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal-balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa ini merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses pembelajaran. Pada kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah, seringkali guru terlalu aktif di dalam proses pembelajaran, sementara siswa dibuat pasif, sehingga interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran kurang jalan. Jika proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, maka efektifitas pembelajaran tidak akan dapat dicapai. Untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang efektif, guru dituntut agar mampu mengelola proses pembelajaran yang memberikan rangsangan kepada siswa sehingga ia mau dan mampu belajar.
Ujian Kopetensi Kejuruan TKJ SMKN 3 Bangkalan
Suasana ujian Kopetensi Kejuruan di SMK Negeri 3 Bangkalan berjalan dengan lancar, dengan penguji ekternal dari Universitas Trunojoyo Madura yang berkualitas di bidang jaringan.
Oleh Sebab itu SMK Negeri 3 Bangkalan ingin Mencetak generasi muda supaya siap kerja dan mempunyai keahlian di bidang komunikasi jaringan
Kamis, 10 Oktober 2013
Lulusan Pertama SMKN 3 Bangkalan
Ini adalah lulusan SMK Negeri 3 Bangkalan yang membanggakan bagi Aktivitas Sekolah dan orang tua siswa. Ini adalah generasi pertama yang diluluskan oleh SMK Negeri 3 Bangkalan, lulusan SMK Negeri 3 Bangkalan sudah banyak yang bekerja di perusahaan, pemerintahan, melanjutkan keperguruan tinggi dan wirasuasta.
Meskipun lulusan pertama dia mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri dan mempunyai fasilatas yang memadai,
Meskipun lulusan pertama dia mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang sudah lama berdiri dan mempunyai fasilatas yang memadai,
Langganan:
Postingan (Atom)










